Saat Berjudi Terjadi Bias Optimisme: Keyakinan Semu dan Hanya Ada Alasan

Bias Optimisme dapat dimengerti dalam keadaan, Apabila Anda penjudi dapat melihat persoalan ketika Anda memutuskan untuk membuat taruhan dan menganalisis itu, dan biasanya Anda selanjutnya akan mencari argumen yang mendukung pasangan untuk taruhan Anda. Tetapi pada kenyataannya, setelah menganalisi Anda harus tetap mencari argumen lain atau argumen tandingan dengan setidaknya melakukan penilaian terhadap kekuatan yang sama. Dimana manfaatnya adalah menentukan pertaruhan secara seobjektif mungkin.
Optimisme Bias Berdampak Alasan
Ketika saat pertaruhan terjadi untuk pertandingan dan permainan sepakbola, casino ataupun roulette, intuisi Anda akan sangat sering mengarahkan Anda untuk mencari lebih banyak alasan yang mendukung taruhan Anda. Terlebih lagi, dengan mencari banyaknya alasan, penjudi memungkinkan melanggar konsistensinya demi menemukan alasan (-yang sebenarnya adalah bias optimisme-) yang menyebabkan petaruh menjadi tidak berpengalaman dengan menempatkan alasan sebagai pendukung pilihan yang ditaruhkan. Saat penjudi merasa terkendali dalam meningkatkan pandangan optimisnya, maka pula ia merasa sudah dibenarkan, dan memang terjadi dalam banyak kasus. Artinya, peningkatan pandangan optimis benar adanya namun tetap memiliki pengaruh eksternal.

Penjudi Dianalogikan Pengemudi
Dalam kasus ilusi kontrol, kami memberikan analogi yaitu penjudi sama dengan pengemudi. Seorang bisa merasa adanya sedikit kemungkinan terjadi kecelakaan saat ia berada di belakang kemudi. Faktor lainnya, disampaikan dengan analogi mengemudi, dimana pengemudi (penjudi) cenderung lupa dan dengan sangat jelas bergantung pada pengendara kendaraan lain. Sebab, tidak peduli seberapa hebat keterampilan kita, akan tetapi sebagian besar risiko kecelakaan dipengaruhi juga oleh pengemudi lain, yang perilakunya tidak dapat kita kendalikan. Bahwa misalnya ketika mengemudi Anda diminta untuk memikirkan kecelakaan, maka cenderung akan mengaitkan dengan pengemudi yang buruk, daripada yang rata-rata cukup baik mengemudi. Yang perlu diwaspadai adalah terkadang kita cenderung meremehkan kemungkinan kecelakaan, karena pada dasarnya kita cenderung tidak percaya bahwa kita sebenarnya adalah pengemudi yang buruk. Hasil penelitian menyebut sekitar 90% dari semua pengemudi, mereka percaya bahwa mereka adalah pengemudi yang lebih baik daripada rata-rata.

Alias sama saja dalam hal perjudian, yakni optimisme bias menjadikan hampir 90% para penjudi percaya bahwa dirinya adalah pemain judi yang lebih baik daripada rata-rata. Inilah kesalahannya bahwa dengan adanya keyakinan penjudi yang merasa di atas rata-rata malah dapat menyebabkan masalah dengan pertaruhannya. Contohnya bila Anda bertaruh dalam permainan sepak bola, maka Anda tak luput akan berpikir secara umum, yang tentu saja biasanya tuan rumah kerap menjadi favorit dan berpeluang besar menang. Apalagi jika tim yang bertanding itu adalah Bayern vs Barcelona sebagai tuan rumah. Dengan demikian harus ada pola pikir sebaliknya yaitu tidak harus mendasarkan keputusan taruhan hanya pada pola umum ini saja. Penjudi harus menganalisis secara menyeluruh setiap pertandingan tunggal dan menempatkannya dengan peluang taruhan.

Untuk seksama kita pelajari dan kita ketahui bersama, Bias optimisme terdiri dari 4 elemen utama:
1. Sasaran?
2. Bias Kognitif
3. Informasi Tentang Self vs Target
4. Suasana Hati Anda

Berikut pembahasannya

1. Sasaran / Gol-nya
Optimisme memang memiliki keunggulan yang sangat jelas. Selama Anda dapat mempertahankan optimisme Anda, maka akan lebih mudah untuk menekan keraguan dan emosi negatif Anda. Karena itu, studi menemukan secara intuitif penjudi cenderung menemukan informasi yang memperkuat pandangan optimis individu yang sebetulnya abu-abu atau bias.
Tapi perlu diketahui, salah satu manifestasi dari bias optimisme tak lain konfirmasi. Inilah sebabnya mengapa model taruhan dengan pemahaman statistik sangat berharga, karena memaksa Anda untuk melampirkan pemikiran mengenai beberapa hal yang berbobot objektifitas pada fakta dan membangun hubungan yang konsisten di antara penjudi dan games kasino.

2- Bias Kognitif
Optimisme bias oleh penjudi dipicu oleh beberapa kekeliruan kognitif, seperti heuristik keterwakilan. Bahwa ketika kita membuat perbandingan, kita biasanya berpikir dengan pandangan objektif menggunakan stereotip umum. Kita atau penjudi mempunyai alih-alih berpikir secara terperinci dalam taruhan yang dilakukan hingga berkali-kali.

3 – Self vs Target
Ketahui lebih banyak tentang diri kita daripada tahu tentang orang lain. Alasan utama untuk hal ini adalah informasi untuk anda tetapi mendapati akses yang terbatas. Pada saat yang sama kita cenderung memperlakukan informasi yang tidak kita miliki seolah-olah itu tidak ada. Akibatnya meremehkan risiko dan mendatangkan ketidakpastian yang disebabkan oleh faktor yang tidak dapat diketahui.

4 – Suasana Hati
Keadaan mood penjudi bisa menjadi permasalahan klasik, misalnya dengan adanya “serangan teror” akibat persoalan tertentu. Serangan semacam ini hampir tidak pernah menjadi pengalaman para penjudi. Tetapi bila ini benar-benar terjadi, maka hampir tidak ada yang akan bisa mengantisipasi serangan teror yang datang pada salah seorang penjudi. Resiko ‘serangan teror’ yang tinggi memungkinkan selanjutnya akan merugikan petaruh yang tidak pengalaman, tidak memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai games casino, roulette atau tim sepak bola yang dipilih saat kompetisi tertentu. Pengetahuan dan pengalaman dalam berjudi sangat berkaitan terhadap asimetri informasi. Dalam hal ini untuk penggemar tim sepakbola yang biasanya sangat akrab dengan kekuatan, keunggulan dan kelemahan tim mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *