Negara Ini Jalannya Mulus di Piala Dunia, Meski Bukan Inggris yang Masuk ke Final

Pada babak 16 besar, perhelatan terasa semakin memanas. Pasar taruhan juga mulai mengalami peningkatan nilai transaksi. Berita-berita juga semakin menyoroti hasil hasil pertandingan dari laga-laga yang digelar pada 16 besar. Perbincangan di masyarakat juga semakin banyak mengenai kompetisi sepakbola itu, pada saat selanjutnya dari babak 16 besar hingga menuju babak final. Terlebih lagi ketika babak final, hampir semua pasang mata di dunia melihat peristiwa bersejarah bahwa siapa yang akan menjadi juaranya.

Paragraf pertama di atas tersebut merupakan pengantar dari ulasan yang akan kita ketahui selanjutnya,  yaitu mengenai negara-negara manakah yang akan menjadi penentu kemenangan akhir. Nah biasanya dalam konteks Piala Dunia, negara-negara yang hebat di dunia sepak bola seperti Jerman, Inggris, Itali, Spanyol bisa menjadi jaminan untuk menjadi juaranya. Arti jaminan maksud kami di sini adalah anda sebagai petaruh bisa memilih sekian negara yang masuk dalam semifinal lantas kemudian final.

Pilih 2 Negara untuk Final

2 negara akan bertarung di final harus melewati tantangan berat mulai dari babak penyisihan grup 16 Besar, perempat final, semifinal dan final. Oleh sebab itu performa tim beserta kekompakannya akan menjadi penunjang yang sangat penting dalam proses pencapaian kemenangan.

Tentunya setiap bettor memiliki jagoan negaranya masing-masing dalam piala dunia. Tetapi kali ini kita akan membahas Inggris sebagai negara yang memiliki jalan mulus dikala piala dunia berapa tahun lalu meskipun pada akhirnya Inggris tidak sampai final.

Perjalanan Inggris semakin menguntungkan ketika Spanyol pada saat itu juga terdepak. Bahkan di luar dugaan, Timnas Spanyol kalah adu penalti saat kontra Rusia di babak 16 besar. Inggris kala itu menjadi tim berperingkat tertinggi kedua di pool mereka, yang hanya kalah dari Swiss. Itu artinya, salah satu di antara Inggris, Kolombia, Swiss, Kroasia, atau Rusia akan menapaki babak final.

Namun, rekor Inggris di fase knockout kurang menjanjikan. Sejak mencapai semifinal pada Piala Dunia 1990, Inggris sudah dua kali keok di fase 16 besar, yaitu pada 1998 dan 2010. The Three Lions dalam sejarahnya dua kali mencapai babak perempat final di periode tersebut, yaitu pada 2002 dan 2006. Sedangkan pada 1994, Inggris malah gagal lolos ke Piala Dunia dan pada 2014 tersingkir di fase grup.

Jalan Mulus Perancis

Perjalanan timnas Perancis menuju ke babak final terhitung mulus, kendati harus menghadapi beberapa tim favorit dan kurang meyakinkan di awal turnamen. Les Blues mampu membuktikan bahwa dirinya pantas menyandang label favorit yang mereka emban sebelum turnamen digelar. Anak asuh Didier Deschamps belum terkalahkan enam laga di Rusia 2018 ini, lima menang dan sekali  seri 0-0 melawan Denmark.

Perancis memulai petualangan mereka di Rusia dengan kurang meyakinkan, walaupun mampu meraih 3 poin melawan Australia di laga awal Grup C. Mereka baru bisa unggul di babak kedua melalui eksekusi penalti Antoine Griezmann pada menit 58. Kendati menguasai laga, Australia justru menyamakan kedudukan melalui Mile Jedinak empat menit berselang. Beruntung bagi Perancis pada menit 80, bola tendangan Paul Pogba membentur pemain Australia, Aziz Behich yang mengakibatkan bola tak bisa diantisipasi kiper Australia Matthew Ryan.

Di laga kedua melawan Peru, Perancis mampu menang tipis 1-0 lewat gol Kylian Mbappe, memanfaatkan muntahan tendangan Olivier Giroud yang diblok bek Peru. Pada laga tersebut, Perancis kalah secara penguasaan bola, 43% dibanding 57%. Namun Perancis sukses tampil efisien dengan membuat 4 tembakan tepat sasaran. Adanya Kemenangan memastikan Perancis lolos ke 16 besar. Mbappe sendiri menjadi pemain termuda Perancis yang pernah mencetak gol untuk Perancis di Piala Dunia (19 tahun 183 hari).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *