Masalah “Kasino Backdoor”, Agen Ilegal Langkahi Dewan Permainan untuk Legalitas Rumah/Situs Judi

Bahasan yang akan kita angkat kali ini mengenai “kasino backdoor” dimana ini merupakan sebutan untuk fenomena dalam dunia judi yaitu adanya agen ilegal yang berani melegalisasi pengadaan barang atau jasa meskipun menjadi pertentangan dari regulator perjudian khususnya di negara-negara yang melegalkan kasino. Baru setahun belakangan ini regulator game Illinois secara terbuka menentang “kasino backdoor”. Yaitu sebuah area komersial dengan beberapa fasilitas di dalamnya dan telah ditandatangani pemberi legalitas izin untuk membuat semacam kasino “mini”.

Dewan Permainan Illinois, lembaga negara yang mengatur kasino dan permainan Illinois, menyetujui lisensi video poker dan slot video untuk pemilik kasino Macho Taco di Justice pinggiran kota dan  menjadikan ini sebagai bisnis dari lokasi perjudian video ketiga di kota kecil yang sama. Persetujuan itu bisa ada hanya kurang dari dua bulan setelah dewan permainan menolak tiga lisensi perjudian di kota itu karena bisnis judi ini ingin beroperasi di pusat perbelanjaan.

Kemudian, muncullah sebuah gugatan yang diajukan kepada dewan judi terhadap keputusan yang mencatat bahwa agen negara sebelumnya menyetujui beberapa tempat judi di bawah atap yang sama di pusat perbelanjaan, termasuk di Downstate Champaign dan West Park, Amerika yang termasuk wilayah pinggiran kota. Hal ini pun tidak disangkal dewan permainan bahwa mereka ingin berbagi blok atau gedung yang sama. “Perbedaannya adalah: Jika kita tahu ada rencana untuk membuat apa yang kita anggap sebagai kasino mini, tidak akan ada dukungan untuk itu,” kata ketua dewan judi Donald Tracy dalam sebuah wawancara, seperti dikutip BK8 dari berbagai sumber terpercaya.

Dalam pertemuan dengan anggota dewan permainan tahun lalu, Tracy mengkritik kelompok lisensi semacam itu sebagai “kasino pintu belakang.” Misalnya saja perjudian Macho Taco yang mendapat Lisensi perjudian. Anggota dewan permainan Thomas A. Dunn, ikut menentang ekspansi perjudian yang satu atap bersama pusat perbelanjaan. “Ada 5.200 tempat di negara bagian dengan lisensi perjudian video,” kata Dunn. “Jika dibiarkan, bisa saja kita akan punya satu di setiap kamar mandi.”

Seperti dijelaskan itu, hal lain yang meresahkan para regulator perjudian atau dewan permainan adalah adanya ekspansi video promosi untuk rumah judi secara besar-besaran.  Keputusan atas undang-undang tersebut dianggap menjadi terburu-buru untuk memberikan lisensi minuman keras lokal dan persetujuan negara untuk perjudian dengan video game, bahkan rumor berhembus jika bisnis itu berkedok bar tradisional. Salah satunya Macho Taco in Justice, sebuah kafe dengan video poker, Elsie, dan Duett Bar, yang juga memiliki mesin judi.

Presiden Justice Village Kris Wasowicz, yang juga menjabat sebagai komisioner minuman keras di kotanya, mengatakan tidak ada rencana untuk membuat gerai minuman keras yang didedikasikan untuk perjudian. “Sama sekali tidak, tidak mungkin,” katanya. Village of Justice sebelumnya telah mengumpulkan hampir $145.000 dari pajak perjudian tahun lalu yang berasal dari 10 perusahaan yang mengoperasikan 48 mesin video game (judi). Namun, Wasowicz mengatakan pihaknya acuh tak acuh untuk menambahkan lebih banyak judi di desanya.

Selanjutnya, persoalan ini berakibat pada sikap Walikota setempat yang mendukung menghadirkan  judi tambahan ke kotanya. Dengan besaran nilai pajak perjudian itu, walikota menawarkan adanya rumah atau gerai untuk judi menggunakan sedikitnya 9 etalase mesin judi. “Saya punya kota yang memiliki tingkat pengangguran tinggi,” kata walikota Kevin Casey. “Ini akan menjadi tempat menciptakan 30 atau 40 pekerjaan.”

Persoalan ini akhirnya menjadi peraturan yang tarik menarik antara pemerintah setempat dengan dewan permainan. Bahwa sebelumnya dewan permainan  menolak lisensi pendirian rumah judi, meski banyak agen ilegal berani meresmikan rumah judi tersebut dan diterima dengan sangat baik oleh pemerintah kota sebagai jalan keluar mengentaskan pengangguran. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *